Dalam pelaksanaan program pengentasan nasib orang miskin,keberhasilannya bergantung pada langkah awal dari formulasi kebijakan,yaitu `mengidentifikasi siapa sebenarnya “ si miskin” tersebut dan dimana ia berada. Kedua pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan melihat profil dari si miskin. Pertanayaan pertama tentang siapa si miskin dapat di jawab dengan memperhatikan profil si miskin itu sendiri yang antara lain berupa karakteristik-karakteristik ekonominya seprti sumber pendapatan,pola konsumsi /pengeluaran,tingkat beban tanggungan, dan lain-lain.
Pertanyaan kedua tentang dimana si miskinnberada dapat dijawab dengan melihat karakteristik geografisnya ,yaitu dengan menentukan dimana pendduk miskin terkonsentrasi,apakah di desa atau di kota, apakah di jawa atau di luar jawa.
Dengan memperthatikan profil kemiskinan, maka diharapkan kebijakan yang disusun dalam mengentaskan orang miskin akan lebihb terarah dan lebih tepat sasaran.demikian pula dapat dievaluasi apakah kebijakan-kebijakan pemerintah yang diaplikasikan selama ini mendukung atau malah bertentangan dengan usaha mengurangi jumlah penduduk miskin.
Dalam memaparkan profil kemiskinan, rumah tangga dan juga anggota rumah tangga akan dibagi kedalam 2 kelompok : kelompok rumah tangga “miskin” dan “tidak miskin”.Rumah tangga miskin adalah rumah tangga yang konsumsinya tidak mencukupib kebutuhan minimum akan makanan dan nonmakanan yang nilainya diwakili oleh suatu garis kemiskinan.Rumah tangga tidak miskin adalah yang konsumsinya perkepalanya diatas garis kemiskinan.
Analisis profil kemiskinan berikut juga memasukkan aspek kewilayahn (regional).Pertama –tama analisis dilakukan dengan membandingkan antara wilayah di pulau jawa (Kawasan Barat Indonesia) dengan wilayah di luar pulau jawa (Kawasan Timur indonesia). Dalam analisis total Indonesia maupun analisis KBI-KTI, diperbandingkan pula antara daerah perkotaan dan pedesaan. BPS mendefinisikan daerah pedesaan dan perkotaan dengan menggunakan tiga determinan yaitu kepadatan penduduk, presentase rumah tangga pertanian dan fasilitas perkotaan yang dimiliki.
1. Alokasi Geografis Penduduk Miskin
Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2010 sebesar 31,02 juta orang (13,33 persen).
Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2009 yang berjumlah 32,53 juta (14,15 persen),
berarti jumlah penduduk miskin berkurang 1,51 juta jiwa.
Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun lebih besar daripada daerah perdesaan. Selama
periode Maret 2009-Maret 2010, penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0,81 juta orang,
sementara di daerah perdesaan berkurang 0,69 juta orang .Persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah dari
Maret 2009 ke Maret 2010. Pada Maret 2009, sebagian besar (63,38 persen) penduduk miskin berada di
daerah perdesaan begitu juga pada Maret 2010, yaitu sebesar 64,23 persen.
Penduduk miskin lebih banyak berada di daerah pedesaan daripada perkotaan. Seperti diketahui bersama, pengangguran tersembunyi masih cukup banyak di daerah pedesaan. Mereka ini umumnya merupakan buruh tani yang tidak memiliki lahan atau pengusaha tani dengan lahan sempit di desa. Selain itu mereka merupakan pengusaha dengan modal minim dan akses ke lembaga keuangan formal sangat terbatas. Terlalu minimnya pemilihan factor-faktor produksi di luar tenaga kerja oleh penduduk desa ini mengakibatkan mereka sangat sulit untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Namun demikian, dari waktu ke waktu terjadi penurunan jumlah yang miskin di pedesaan. Sementara jumlah yang miskin do perkotaan terus maningkat. Fenomena ini salah satunya dapat dijelaskan oleh adanya pengalihan orang miskin dari pedesaan ke perkotaan melalui migrasi desa-kota. Pengangguran tersembunyin dari pedesaan, yaitu buruh tani maupun petani gurem,tidak dapat memasuki sector-sektor formal di perkotaan yang sangat terproteksi. Akibatnya mereka berkelana di sector nonformal perkotaan,sebagai penjual bakso,pedagang asongan,pedagang kaki lima,warung makan tepi jalan,pemulung, gelandangan, dan sebagainya.
Apabila kita pilah Indonesia menjadi kawasan Barat dan kawasan Timur, maka terlihat bahwa penduduk miskin lebih banyak berada di kawasan Barat Indonesia.Di kedua kawasan domisili penduduk miskin lebih banyak di daerah pedesaan. Dari diskripsi diataa,tepatlah kiranya kebijakan pemerintah dalam pengentasan orang miskin melalui pembangunan pedesaan yang mulai diarahkan ke luar jawa dan khususnya di Kawasan Barat Indonesia.
2.Karakteristik Demografis Penduduk Miskin
Beberapa karakteristik demografis dari rumah tangga miskin diantaranya adalah mengenai jumlah anggota keluarga dan tingkat beban tanggungan (dependency ratio). Keluarga miskin cenderung memiliki jumlah anggota lebih banyak dibandingkan keluarga tidak miskin. Jumlah anggota keluarga miskin rata-rata di Indonesia adalah 5,8 jiwa, sedangkan rumah tangga tidak miskin hanya 4,5 jiwa. Jika kita perhatikan antara daerah pedesaan dengan perkotaan tidak jauh beda jumlah anggota rumah tangganya. Hal ini juga menunjukkan suksesnya program KB di daerah-derah pedesaan.Selain itu hal ini juga menunjukkan adanya arus migrasi dari dea ke kota.
Dari analisik kuantitatof pada bagian selanjutnya dapat diketahiu bahwa variable jumlah anggota rumah tangga sangat dominan sebagai penentu suatu rumah tangga tersebut,miskin atau tidak.Semakin besar anggotanya semakin cenderung miskin rumah tangga tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Program KB yang salah satunya bertujuan membatasi jumlah anggota keluarga marupakan salah satu kebijakan yang sejalan dengan usaha pengentasan orang miskin.
Dari hasil analisis di atas dapat disimpulakan bahwa penyediaan lapangan kerj a yang seluas-luasnya dan kemudahan berusaha merupakan salah satu kebijakan yang tepat dalam usaha pengentasan rumah tangga miskin.Penyediaan lapangan pekerjaan dan kemudahan usaha ini perlu dibarengi denag peningkatan produktivitas dan renumerasi ( imbalan jasa factor produksi ).Dengan demikian, pendapatan yang dibawa pulang dari pekerja/ pengusaha yang bersangkutan memadai untuk membiayai tanggungannya dan tersisa pula sebagian untuk ditabung. Tabungan tersebut berguna untuk pembentukan modal,baik itu untuk memulai usaha baru maupun mengembangkan usaha yang telah ada.
3.3. Karakteristik Ekonomi Penduduk Miskin
a.Jabatan Kepala Rumah Tangga Miskin dalam Pekerjaannya
Dari data SUSENAS dapat diidentifikasikan jabatan kepala keluarga, apakah sebagai seorang buruh/karyawan, pengusaha atau keduanya.Jabatan buruh atau karyawan dalam hal ini adalah bila kepala rumah tangga tersebut memperoleh upah atau gaji sebagai imbalan pekerjaannya, misalnya saja adalah pegawai negeri, pegawai perusahaan,buruh pabrik, pramuwisma,sopir dengan system pengupahan/ pengajian, buruh tani yang diberi upah. Sebaliknya jabatan pengusaha apabila si kepala rumah tangga tersebut merupakan pemilik usaha atau pemegang saham yang memperoleh penghasilan,keuntungan, atau bagian keuntungan dari usahanya tersebut. Kepala keluarga yang jabatannya pengusaha antara lain adalah : petani pemilik tanah pertanian, nelayan yang memiliki atau menyewa kapal/perahu,pedagang,pemilik usaha/pabrik,buruh tani dengan system bagi hasil,sopir dengan system setoran atau komisi.
b.Sumber Penghasilan Rumah Tangga Miskin
Sumber penghasilan dibagi menjadi 4,yaitu sumber penghasilan dari upah dan gaji,penghasilan dari usaha, penghasilan dari transfer rumahtangga lain, dan penghasilan dari lainnya. Penghasilan dari upah atau gaji merupakan imbalan dari jabatannya sebagai buruh.Penghasilan dari usaha/gaji merupakan Imbalan dari jabatannya sebagai buruh. Penghasilan dari usaha merupakan imbalan dari jabatannya sebagai pemilik usaha.Penghasilan dari transfer terdiri dari uanag kiriman,warisan,sumbangan,hadiah,hibah,dan bantuan.Sedangkan penghasilan lainnya meliputi penghasilan dari sewa,bunga,deviden,pensiub,bea siswa,klaim asuransi jiwa dan sebagainya.
c.Pola Pengeluaran Rumah Tangga Miskin
Kelompok Rumah Tangga miskin masih sangat mementingkan kebutuhan perutnya yang primer dibandingkan kebutuhan lainnya yang sekunder (tentu saja mereka tidak bias berharap untuk menikmati barang-barang mewah). Tidak sedikit keluarga miskin yang tidak mampu sekedar mencukupi kebutuhan pangannya secara layak.Bila dibandingkan dengan daerah-daerah perkotaan, porsi pengeluaran makanan untuk rumah tangga miskin lebih besar di pedesaan.Hal ini agak sedikit mengherankan, mengingat di pedesaan seharusnya rumah tangga miskin dapat memperoleh bahan makanan dari hasil-hasil kebun atau tanahnya. Penjelasan yang paling mungkin sebagai factor penyebab hal tersebut adalah bahwasanya kondisi kemiskinan di daerah-daerah pedesaan secara relative sangat parah sehingga keluarga miskin di daerah-daerah pedesaan masih harus membelanjakan porsi yang cukup besar dari seluruh penghasilannya untuk makanan.
Referensi :
Faisal.H.Basri,S.E.,M.A.Perekonomian Indonesia Abad XXI.Jakarta.Erlangga (fakultas ekonomi UI)
Diantara seluruh makhluk di bumi ini, hanya manusia yang bisa mengubah garis hidupnya sendiri. Hanay manusia yang bisa mmebangun takdirnya sendiri. Penemuan terbesar dalam generasi kita adalah bahwa manusia dapat mengubah sisi luar kehidupannya dgn mengubah cara berpikir dan bersikap di dalam dirinya.
walt Disney
Seseorang yang ingin melihat sebuah keberhasilan dan pencapaian di dalam hidupnya adalah seorang yang memiliki mimpi.impian adalah suatu penyemangat untuk meraih hal-hal yang besar dan berarti dalam hidup kita. Jangan kecilkan atau rendahkan siapapun yang memiliki impian begitu tinggi dan besar. Atau jangan juga kita pandang remeh impian mereka. Karena,impian adalah pintu menuju perubahan yg besar dalam hidup seseorang. semua impian kita dapat menjadi nyata jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya.
anatole france
Untuk mencapai kesuksesan kita jangan hanya bertindak, tapi bermimpi,jangan hanya berencana, tapi juga perlu untuk percaya
denis waitley
Pikiran yang focus pada hal yang di perjuangkan mengarah pada kemenangan
chris widener
Ingat kesuksesan dan kegagalan sama2 baik. Keduanya dapat menjadi teman anda apabila anda mengetahui apa peran yang mereka mainkan dalam hiup anda
earl nightingale
Belajar untuk menikmati setipa menit dari hidupmu.kini,bahgialah.jangan menunggu sesuatu dari luar diri anda yang membuatmu bahagia pada masa mendatang. Pikirkan betapa amat berharganya waktu yang anda habiskan,entah itu di tempat kerja atau bersama keluarga.
Robert kiyosaki
Kesuksesan diukur dari kekuatan hasrat anda, ukuran mimpi anda dan bagaimana anda mengendalikan kekecewaan sepanjang cara itu
Jeffries
Satu hal penting yakni wanita tidak percaya akan pembicaraan pria karena pria tidak berani mengatakan sesuatu yang mungkin membela mereka. Seorang pria dewasa cukup berbeda,sennag akan kekuasaan.memegang kendali yang pantas dan terlatih karena teliti dan elegan
paolini
Tujuan hidup adalah bukan untuk melakukan apa yang kita inginkan,melainkan apa yang perlu untuk dilakukan
gray
Pria termotivasi dan berdaya ketika mereka merasa diperlukan.wanita termotivasi dan beraya ketika mereka merasa ceria
Ingatlah taka da kekeliruan ,hanya pelajaran.cintailah dirimu,percayalah akan pilihanmu dan segala sesuatu adalah mungkin.
csott
Orang kebanyakan hanya percaya kemungkinn.orang2 luar biasa melihat tidak saja yang mungkin,tetapi bahkan yang tidak mungkin.dengan melihat yang tidak mungkin,mereka akan melihat kemungkinan.
malcoln gladwell
Pada akhirnya yang mendasari tingakat kesuksesan adalah suatu keyakiann yang mendasar bahwa perubahan itu mungkin sehingga semua orang dapat mengubah perilaku atau keyakinan mereka secra radikal dalam bentuk/rupa hal yang benar atau dorongan.
Perubahan itu mungkin
Hansen
Jangan menunggu saja hingga segala sesuatu menjadi benar.itu tak akan pernah sempurna.akan selalu ada tangtangan, rintangan dan lebih sedikit daripada kondisi sempurna.jadi, mulailah sekarang! Dengan setiap langkah yanga anda ambil.anda akan bertumbuh menjadi semakin lebih kuat.semakin lebih terampil,semaki lebih percaya diri dan semakin sukses.
bill gates
Adalah baik untuk merayakan kesuksesan, namun lebih penting untuk memperhatikan pelajaran atas kegagalan
Davis j.schwarts
Keyakinan besar .ukuran kesuksesan ditentukan oleh besarnya keyakinan kita .berpikir kecil,akan mendapatkan hasil yang kecil.berpikir besar,akan mendapatkan kesuksesan besar.ingatlah itu! Ide dan rencana yang besar sering lebuh mudah dan pasti tidak terlalu sulit daripada gagasan dan rencana yang kecil.
Bagaimana kita berpikir dapat dilihat dalam cra kita bertindak. Sikap adalah cerminan dari pikiran karena mereka merefleksikan pikiran.selalu ada sisi yang baik dari setiap situasi. Kombinasi kesuksesan dalam bisnis adalah mengerjakan apa yang kamu kerjakan dengan baik dan melakukan lebih banyak akan apa yang kamu lakukan. Lakukan apa yang kamu takutakan dan ketakutan akan hilang.
Orang yang telah berhasil menaklukkan keraguan dan ketakutan adalah orang yang telah menaklukan kegagalan karena kegagalan bersumber pada keraguna dan ketakutan
James allen
Manusia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan dan doakan, tetapi ia akan mendaptakn apa yang ia cari.keinginan dan doa hanya akan dijawab jika keinginan dan doa tersebut selaras dengan pikiran dan perbuatannya.
VISIONER ( Melihat & Menciptakan peluang ) ; sangat gila atau dengan kata lain ber-VISI jauh ke depan. Seorang Entrepreneur bias menembus dan memprediksi apa yang orang lain tidak bias tembus/prediksikan. Selalu memberikan yang terbaik. Sangat INOVATIF. Mempunyai 2 ciri yaitu : a. Melawan arus orang banyak (bertentangan dengan pakem orang banyak ) seperti laying-layang, b. Menciptakan peluang, bukan hanya bias melihat peluang sehingga mempunyai gagasan baru yang segar.
2.AFEKSI ( Sikap )
Mandiri ( berjiwa pemimpin ), intinya adalah kebebasab atau independensi pribadi, mempunyai jiwa kepemimpinan yang besar sehingga menjadi pengatur orang lain.
3.PSIKOMOTOR ( Tindakan )
Berani ( mengambil resiko & tidak putus asa ) mempunyai tiga cirri yaitu ; a. selalu mengambil resiko tinggi ( calculated risk )
b. sangat menyukai tantangan
c. tidak pernah putus asa (berdaya tahan tinggi )
Kunci Sukses Bisnis Entrepreneur :
1.Reputasi
Menjaga reputasi ( nama baik ) tanpa nama baik tak mungkin ada kepercayaan dan tanpa itu tidak ada bisnis.
2.Tumbuh dari bawah ; sukses senantiasa dimulai dengan langkah kecil,bahkan dari nol.
3.Konsentrasi
Jika kita telah memutuskan untuk masuk ke bidang tertentu, kita harus focus dan berkonsentrasi. Jangan satu belum beres, sudah mau memulai bidang yang lain
4.Anti Kerumunan
Tidak terjun atau ke tempat bidang yang telah banyak dimasuki orang ( bukan pengikut ) kecuali mampu memberikan nilai tambah yang membedakan kita dengan pemain lainnya.
5.Modal Hanya pelengkap
BODOL ( Berani Optimis Duit Orang Lain )
BOBOL ( Berani Optimis Bisnis Orang Lain )
BOTOL ( Berani Optimis Tenaga Orang Lain )
Tiga Sistem Bisnis
1.Sistem Bisnis Tradisional ; entrepreneur mengembangkan sendiri system bisnisnya
2.Sistem Bisnis Waralaba (franchise) ; entrepreneur membeli sebuah system yang sudah ada
3.Sistem Bisnis Pemasaran Jarinagn ; entrepreneur membeli dan menjadi bagian dari sebuah system yang telah ada.
Strategi Memulai Usaha
1.Apa yang kita bias ( Basic Competence )
2.Apa yang di butuhkan mereka ( Market Oriented )
3.Apa yang disekitar kita bisa
4.Siapa yang disekitar kita bisa ( Aliansi Strategis )
Strategi Memilih Usaha
1.Cari Produk-produk yang tidak dipatok/ dobandrol
Indonesia adalah negara kepulauan di Asia Tenggara yang memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni, yang menyebar disekitar khatulistiwa, yang memberikan cuaca tropis. Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6°LU - 11°08'LS dan dari 95°'BB - 141°45'BT serta terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia/Oseania.Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km². Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, dimana setengah populasi Indonesia bermukim. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km², Sumatera dengan luas 473.606 km², Kalimantan dengan luas 539.460 km², Sulawesi dengan luas 189.216 km², dan Papua dengan luas 421.981 km². Batas wilayah Indonesia diukur dari kepulauan dengan menggunakan territorial laut: 12 mil laut serta zona ekonomi eksklusif: 200 mil laut, searah penjuru mata angin, yaitu:
Mata pencaharian dapat dilihat dari corak kehidupan penduduk setempat berdasarkan lingkungan tempat tinggalnya. kehidupan penduduk dapat dibedakan menjadi dua corak yakni corak kehidupan tradisional (sederhana) dan corak kehidupan modern (kompleks).
Mata pencaharian penduduk Indonesia yang memiliki corak sederhana biasanya sangat berhubungan dengan pemanfaatan lahan dan sumber daya alam seperi pertanian, perkebunan dan peternakan juga perikanan. Sementara, mata pencaharian penduduk yang memiliki corak modern biasanya lebih mendekati sektor-sektor yang tidak terlalu berhubungan dengan pemanfaatan lahan dan sumber daya alam biasanya mencakup sektor di bidang jasa, perindustrian, transportasi dan pariwisata.
Mata pencaharian sebagian besar penduduk Indonesia, mengarah ke sektor bercocok tanam seperti pertanian dan perkebunan namun tak sedikit juga yang bermata pencaharian berdagang. Karena tanah Indonesia yang sangat subur dengan mengandung berbagai macam mineral didalamnya, mendorong masyarakat Indonesia untuk mengelola dan memanfaatkan kekayaan alam itu untuk bercocok tanam dan menjadikannya sebagai mata pencaharian bagi mereka yang tinggal di dataran tinggi (pegunungan).
Dengan bercocok tanam masyarakat Indonesia dapat memenuhi kebutuhan untuk sehari-harinya tanpa harus seluruhnya mengimport dari luar negeri. Namun, saat ini lahan yang tersisa untuk bercocok tanam semakin terbatas karena adanya kemajuan jaman (globalisasi). Lahan pertanian dijadikan gedung-gedung bertingkat yang mengakibatkan kurangnya pasokan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dan menyebabkan para petani kehilangan pekerjaannya.
Selain bercocok tanam, sebagian besar penduduk Indonesia yang tinggal di dataran rendah (daerah pantai) mata pencaharian mereka mengarah ke sektor kelautan. Para nelayan memanfaatkan kekayaan bawah laut Indonesia sebagai sumber mata pencahariannya.
Sedangkan, mata pencaharian penduduk di perkotaan mengarah kepada sektor pembangunan, perindustrian, transportasi, pariwisata dll. Daerah perkotaan khususnya di kota-kota besar di pandang sebagai lahan sumber mata pencaharian dengan penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mata pencaharian dalam sektor bercocok tanam atauoun nelayan di daerah pedesaan/pantai. Namun, memiliki mata pencaharian di sektor tersebut juga memerlukan kemampuan dan keahlian yang profesional dalam menjalankan pekerjaannya.
Karena tingginya penghasilan didaerah perkotaan, menyebabkan masyarakat pedesaan tertarik untuk bekerja di perkotaan yang akhirnya mereka meninggalkan desanya untuk transmigrasi ke kota walaupun mereka berbekal pendidikan yang tidak cukup tinggi. Hal ini menyebabkan, terjadinya kepadatan penduduk di daerah perkotaan juga meningkatkan angka pengangguran di kota karena lahan pekerjaan yang terbatas.
Mata pencaharian masyarakat di kota sebagian besar sebagai pegawai kantoran, banyak juga yang berdagang atau membuka bisnis sendiri sebagai mata pencaharian mereka. Perbedaan mata pencaharian antara di kota dengan di desa, dilihat dari lingkungan lahan di pedesaan sebagian besar digunakan untuk pertanian, sedangkan dikota sudah tidak ada lahan yang digunakan untuk penghijauan. Lahan-lahan di perkotaan banyak digunakan untuk pembangunan gedung-gedung bertingkat, perumahan eliet, dan mall-mall besar. Hal ini, dikarenakan daerah perkotaan telah mengalami pengaruh globalisasi yang menyebabkan tingkat perekonomian di kota juga meningkat.
3.SUMBER DAYA MANUSIA
Jika tengok sejarah mengenai pertumbuhan penduduk di Indonesia sebelum Orde Baru, pertumbuhan penduduk di Indonesia masih cukup tinggi lebih kurang 2,8%. Dan setelah pemerintahan Orde baru menyadaribahwa pertumbuhan tersebut harus dikurangi, maka mulai Repelita I sampai dengan Repelita IV, pertumbuhan penduduk kita hanya berkisar antara 2,1% sampai dengan 2,3% dan 1,9% diperkirakan untuk Repelita selanjutnya.
Sebagai salah satu Negara yang masih berkembang, Indonesia memang menghadapi masalah sumber daya manusia diantaranya:
Pertumbuhan penduduk yang masih tinggi.
Penyebaran yang kurang merata.
Kurang seimbangnya struktur dan komposisi umur penduduk, yang ditanmdai dengan besarnya jumlah penduduk yang berusia muda serta mutu penduduk yang masih relatif rendah.
Pertumbuhan penduduk yang tinggi akan menimbulkan banyak masalah bagi negara, jika tidak diikuti dengan peningkatan produksi, dan efisiensi di bidang lainnya. Banyak penduduk akan menambah sumber daya produktif terhadap sumber daya manusia yang belum produktif(anak-anak, manula, pengganguran), yang akibat lanjutnya akan menciptakan masalah-masalah sosial yang cukup rumit. Adapun tindakan-tindakan yang dapat dan telah dilakukan pemerintah adalah:
Melaksanakan program keluarga berencana. Dengan program ini diharapkan laju pertumbuhan akan lebih dapat dikendalikan. Dengan program ini pula pemerintah ingin menjelaskan dan membuka kesadaran bahwa 'banyak anak'akan memberi konsekuensi ekonomis yang lebih berat. Secara tidak langsung program keluarga berencana ini ingin memprioritaskan segi kualitas anak, dibanding segi kuantitas.
Meningkatkan mutu sumber daya manusia (dengan pendididikan formal maupun informal) yang telah ada, sehingga dapat menunjang peningkatan produktifitas guna mengimbangi laju pertumbuhan penduduknya.
Penyebaran penduduk yang tidak merata menyebabkan tidak seimabngnya kekuatan ekonomi secara umum. Akibat lanjutnya adalah terjadinya ketimpangan daerah miskin dan daerah kaya. Daerah yang tampak menguntungkan (khusus Pulau Jawa) akan menjadi serbuan dan perpindahan penduduk dari daerah lainnya. Akibatnya daerah di luar pulau jawa yang memang telah ketinggalan dari segiekonomi, menjadi semakin tertinggal.
Tidak seimbangnya beban penduduk antar daerah itu akan berdampak terpusatnya modal di daerah tertentu saja. Dampak lainnya adalah mengumpulnya tenaga kerja di Pulau Jawa sehingga persaingan tenaga kerja(penawaran) sangat tinggi. Dengan kondisi tersebut bisa dilihatbahwa upah tenaga kerja akan menjadi rendah (sesuai dengan hukum penawaran). Rendahnya tingkat upah akan berakibat timbulnya kesengsaraan dan pengganguran, dan tentu saja masalah kriminalitas akan semakin menggejala. Sebaliknya di luar Pulau Jawa akan terjadi kekurangan tenaga kerja sehingga upah akan tinggi. Hal inilah yang menyebabkan biaya produksi di luar Pulau Jawa sangat tinggi, begiti pula dengan biaya transportasi. Maka secara tidak langsung kondisi ini akan menyebabkan tururnya pertumbuhan Industri dan secara otomatis akan menghambat pertumbuhan ekonomi secara nasional. Tindakan yang dapat dan telah dilakukan pemerintah adalah:
Penyelenggaraan program transmigrasi, sehingga akan jadi pemerataan sumber daya kedaerah-daerah yang masih membeutuhkan. Dengan program ini diharapkan para peserta transmigran dapat meninggalkan ketidakproduktifan mereka, justru mereka mempunyai kesempatan memperbaiki ekonomi mereka dengan mengembangkan daerah baru yang mereka tempati. Suatu pekerjaan yang tidak mudah, namun juga suatu hal yang tidak mustahil untuk berhasil.
Memperbaiki dan menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan baru di daerah-daerah tertinggal. Sehingga penduduk sekitar tidak perlu ke kota atau Pulau jawa untuk bisa bekerja. Dengan demikian arus urbanisasi dari desa ke kota, dari luar pulau Jawa dapat dikurangi. Di dalam GBHN sendiri perluasan dan pemerataan lapangan pekerjaan serta mutu dan perlindungan tenaga kerja merupakan kebijaksanaan pokok yang sifatnya menyeluruh di semua sektor. Perogram-program pembangunan sektoral atau regional perlu selalu mengusahakan terciptanya perluasan kesempatan kerja sebanyak mungkin, sehingga dapat meningkatkan produksi.
Komposisi penduduk yang tidak seimbang dapat menimbulkan proses regenerasi kegiatan produksi menjadi tidak lancar. Akibantnya ada masa tunggu yang semestinya tidak perlu terjadi, karena kebutuhan hidup 'tidak bisa' menerima istilah tunggu. Dengan demikian perlu dilakukan tindakan secepatnya untuk membekali dan mempersiapkan tenaga-tenaga kerja muda di Indonesia dengan pendidikan formal maupun informal, dengan ketrampilan dan pengetahuan yang tidak mendesak. Langkah-langkah yang akan dan telah ditempuh pemerintah untuk mengatasi hal ini adalah;
Meninjau kembali sistem pendidikan di Indonesia yang masih bersifat umum, untuk dapat lebih disesuaikan dengan disiplin ilmu khusus yang lebihnsesuai dengan tuntutan pembangunan. Sehingga lulusan yang dihasilkan yang siap kerja dan bukannya'siap latih kembali'
Menciptakan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih mendukung.
Adapun sasaran kebijaksanaan tenaga kerja di Indonesia meliputi hal-hal;
Memperluas lapangan pekerjaan untuk dapat menyerap pertambahan angkatan kerja baru dan mengurangi tingkat pengangguran.
Membina angkatan kerja baru yang memasuki pasar melalui latihan ketrampilan untuk berusaha sendiri maupun mengisi lapangan pekerjaan yang tersedia.
Membina dan melindungi para pekerja melalui mekanisme hubungan kerja yang di jiwai oleh Pancasila dan UUD 1945 (Hubungan Industrial Pancasila), memperbaiki kondisi-kondisi dan lingkungan kerja agar sehat dan aman serta meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Meningkatkan peran pasar kerja, agar penyaluran, penyebaran dan pemanfaatan tenaga kerja dapat menunjang kegiatan pembangunan.
Memperlambat laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan mutu tenaga kerja melalui usaha pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari perencanaan tenaga kerja terpadu.
4.INVESTASI
Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.
Definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Investasi diartikan sebagai penanaman uang atau di suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memproleh keuntungan. Pada dasarnya investasi adalah membeli suatu aset yang diharapkan di masa datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi.
Investasi juga dapat dikatakan sebagai suatu penundaan konsumsi saat ini untuk konsumsi masa depan. Harapan pada keuntungan di masa datang merupakan kompensasi atas waktu dan risiko yang terkait dengan suatu investasi yang dilakukan.
Seseorang tentunya harus memikirkan masa depan dimana pada saat kebutuhan hidup terus meningkat, kebutuhan yang dimaksud dapat berupa pendidikan, sarana transportasi, kesehatan, tempat tinggal, kebutuhan untuk rekreasi, ibadah, hingga kebutuhan untuk masa tidak produktif. Dengan berlatar belakang hal tersebut maka seseorang menyisihkan sebagian dari pendapatannya di masa produktif dan meng-investasikannya untuk masa dimana sudah kurang produktif. Ada banyak pilihan dalam berinvestasi, diantaranya yaitu membuka deposito, menabung, membeli tanah dan bangunan, obligasi, membeli emas, saham, dan lain-lain.
Secara umum bentuk aset yang di Investasikan terbagi menjadi dua jenis yaitu:
1. Riil Investment
Yaitu menginvestasikan sejumlah dan tertentu pada aset berwujud, seperti halnya tanah, emas, bangunan, emas, dan lain-lain. 2. Financial Investment
Yaitu menginvestasikan sejumlah dana tertentu pada aset finansial, seperti halnya deposito, saham, obligasi, dan lain-lain. Dalam hal ini surat berharga yang diperdagangkan atau yang sering disebut dengan efek adalah berupa saham.
Menurut Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang pasar modal, definisi dari bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantaranya. Di Indonesia, perdagangan saham dilakukan di Bursa Efek Indonesia. Tidak semua perusahaan dapat langsung mengeluarkan suatu efek (saham), oleh sebab itu perusahaan yang ingin menerbitkan efek harus memenuhi kriteria ataupun peraturan-peraturan yang ada sebelum menerbitkan suatu efek.
Faktor-Faktor Penentu Investasi
Bagi seorang investor yang hendak melakukan suatu investasi, harus melakukan suatu analisis terlebih dahulu dalam menentukan keputusan investasinya. Untuk melakukan suatu analisis investasi, setidaknya ada tiga faktor yang harus dianalisis, yaitu:
1. Analisis kondisi makroekonomi
2. Analisis pada jenis industri
3. Analisis fundamental suatu perusahaan
Tahap pertama yang dilakukan oleh seorang investor dalam berinvestasi adalah melakukan analisis terhadap variabel-variabel makro, tahap analisis ini dilakukan untuk menganalisis kondisi perekonomian suatu negara secara makro dalam proses suatu investasi. Variabel-variabel ekonomi makro yang dianalisis diantaranya adalah tingkat inflasi, transaksi berjalan, kurs/exchange rate (nilai tukar suatu mata uang negara terhadap mata uang negara lain), suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan lain-lain.
Pada tahap kedua, dilakukan analisis pada berbagai jenis industri. Pada tahapan ini, kita memilih jenis industri yang paling memberikan prospek keuntungan jika dilakukan invstasi. Sektor mana yang akan dijadikan suatu investasi dapat dilihat dari pergerakan dalam indeks sektoral industri pada suatu pasar modal. Sektor yang mempunyai indeks yang bagus untuk investasi jangka panjang tentunya akan dipilih. Pada tahap analisis ketiga, dilakukan analisis fundamental pada perusahaan, dengan menggunakan rasio-rasio keuangan suatu perusahaan.
Dalam rasio-rasio keuangan, terbagi lagi menjadi lima rasio, yaitu :
1. Rasio Likuiditas, menyatakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo.
2. Rasio Aktifitas, menunjukkan kemampuan serta efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aktifa yang dimiliki atau perputaran (turnover) aktifa-aktifa suatu perusahaan.
3. Rasio Hutang, berfungsi untuk menunjukkan kemampun perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
4. Rasio Profitabilitas, menunjukkan tingkat keberhasilan perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan.
5. Rasio Pasar, menggambarkan bagaimana pasar menghargai saham suatu perusahaan.
Untuk memperoleh suatu pertumbuhan yang tinggi dalam proses pembangunan di Indonesia, terkumpulnya modal dan sumber daya sebagai investasi, menduduki peran yang sangat penting. Bagaimana kita dapat melakukan pembangunan jika dana yang diperlukan untuk itu tidak tersedia atau mencukupi ?
Dalam kondisi tertentu masih sulit untuk mengharapkan dana investasi dari masyarakat. Untuk itulah pemerintah memerlukan dana yang besar dari selisih penerimaan dan pengeluaran atau biaya rutin pemerintah. Namun sayangnya pemerintah tidak dapat terus-menerus mengandalkan tabungan pemerintah tersebut. Perlu dilakukan upaya-upaya tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan dana investasi pembangunan. Upaya-upaya tersebut adalah:
Lebih mengembangkan ekspor komoditi non-migas, sehingga secara absolut dapat meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor luar negeri. Untuk menunjang langkah ini perlu diusahakan peningkatan nilai tambah dan kemampuan bersaing dari komoditi-komoditi yang akan diekspor tersebut.
Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat lunak, serta menggunakannya untuk kegiatan investasi yang menganut prinsip prioritas.
Menciptakan iklim investasi yang menarik dan aman bagi para penanaman modal asing, sehingga makin banyak PMA yang masuk ke Indonesia.
Lebih menggiatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan perkreditan, terutama kredit untuk golongan ekonomi lemah, agar mereka secepatnya dapat berjalan bersama dengan para pengusaha besar dalam rangka peningkatan produktifitas.